Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Kita Penyokong Kapitalisme Eksploitatif?

Gambar
Ilustrasi gambar by pinterest   Malam ini, aku duduk di sudut kafe kecil berlampu temaram. Aromanya harum, musiknya pelan, desainnya estetik – semua terasa nyaman. Di depanku, seorang barista sedang menyiapkan pesanan dengan wajah menahan lelah. Aku perhatikan matanya, sayu. Mungkin ia sudah berdiri sejak pagi, atau semalam pulang larut karena closing shift. Saat itu aku sadar, selama ini aku hanya datang, duduk, memotret kopi untuk Instagram Story, lalu pulang dengan perasaan puas. Tapi aku tak pernah bertanya, “Bagaimana kabar mereka yang melayaniku hari ini?” Banyak tempat seperti ini menjual keindahan semu. Lampu gantung cantik, dinding Instagramable, kursi empuk – namun di balik semua itu ada pekerja yang haknya belum tentu terpenuhi. Mereka bekerja delapan jam bahkan lebih, dengan gaji yang tak sebanding. Kadang tanpa insentif lembur meski pulang larut malam. Kita mungkin menyangkal, “Ah, cuma ngopi kok.” Tapi di sisi lain, ada pekerja yang pulang dengan punggung sakit, gaji ...

Cinta dan Keterikatan.

Pagi ini aku  teringat sebuah ayat Al-Qur'an yang mengatakan "istri dan anak adalah cobaan." Aku merenung lama tentang makna kata cobaan itu. Lalu aku teringat seorang influencer yang selama ini aku kagumi. Dia memiliki visi besar untuk negeri ini, tapi akhir-akhir ini aku melihat dia lebih banyak menampilkan project sang istri – project remeh dengan gaya modern yang bagiku tidak pantas. Aku tidak melihat nilai perjuangan di sana, hanya pencitraan semu demi kesenangan visual. Aku bertanya, benarkah orang yang ingin membawa perubahan besar mengisi waktunya dengan project semacam itu? Tapi aku juga sadar, dia hanya seorang suami dan ayah dari anak-anaknya yang mencintai keluarganya. Dia ingin mereka aman dan bahagia. Dan di situ aku melihat kelemahannya – cinta yang menjadi belenggu. Bukan berarti mencintai keluarga itu salah, tapi ketika cinta itu menurunkan kualitas perjuangan dan idealismu, bukankah itu sebuah musibah ? Aku takut satu hal: ketika lawan tahu kelemahanmu,...